Mekanisme Pasar Uang
Mekanisme pasar uang berbeda dengan pasar modal yang tradingnya atau transaksinya di lakukan melalui bursa atau stock exchange, di dalam pasar uang trading bersifat abstrak, tidak ada tempat khusus. transaksi dalam pasar uang di lakukan secara OTC (Over The Counter Market). OTC bukan suatu lembaga khusus tetapi cara lain dalam memperdagangkan efek. Pasar otc merupakan jaringan telekomunikasi yang tersebar di berbagai tempat di mana penjual dan pembeli efek dapat di pertemukan bersama.
Tujuan Pasar uang
setiap kegiatan pasti memiliki tujuan, begitu juga dalam Pasar Uang yang di lakukan baik dari pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang menanamkan modal atau dana. adapun tujuan-tujuan tersebut yaitu:
Dari pihak yang membutuhkan dana
- untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
- untuk memenuhi likuiditas
- untuk memenuhi kebutuhan modal kerja
- sedang mengalami kalah kliring
Dari pihak yang menanamkan modal
- untuk memperoleh profit dengan tingkat suku bunga tertentu
- membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan keuangan
- spekulasi
Jenis-jenis resiko investasi dalam pasar uang
dalam melakukan investasi pasar uang hendaknya kita terlebih dahulu mempertimbangkan resiko apa yang dapat terjadi di kemudian hari jika kita melakukan investasi tersebut. ada beberapa resiko yang dapat terjadi antara lain:
- Resiko Pasar (interest rate risk) yaitu resiko yang berkaitan dengan turunnya harga surat berharga dan tingkat bunga naik yang berdampak pada investor yang mengalami capital loss atau kerugian.
- Resiko Reinvestment, yaitu resiko terhadap penghasilan suatu aset finansial yang harus di re-invest dalam asat yang berpendapatan rendah. resiko ini memaksa investor menempatkan pendapatan yang di peroleh dari bunga kredit atau surat-surat berharga ke investasi yang berpendapatan rendah akibat turunya tingkat bunga.
- Resiko Gagal Bayar yaitu resiko yang terjadi akibat peminjam dana (Debitur)tidak dapat memenuhi kewajibanya dalam mengembalikan dana kepada pihak yang meminjamkan dana (Kreditur)
- Resiko Inflasi (resiko daya beli atau purchasing power risk) untuk menghadapi hal tersebutkreditur biasanya berusaha mengimbangi proyeksi Inflasi dengan mengenakan tingkat suku bunga yang tinggi. Baca Juga : inflasi dalam prespektif islam dan konvensional
- Resiko politik, resiko ini berkaitan dengan adanya perubahan perundang-undangan yang berakibat turunya pendapatan yang di perkirakan bahkan dapat mengalami kerugian.
- Maketability atau Liquidity Risk terjadi apabila instrumen pasar yang di miliki sulit untuk di jual kembali sebelum jatuh tempo. hal ini mengakibatkan tidak dapat mencairkan kembali instrumen pasar uang dalam bentuk uang tunai.
- resiko valuta. (Currency risk atau exchange rate risk).

Komentar
Posting Komentar